Senin, 12 April 2021

Long Life Education



Manusia adalah makhluk pembelajar, artinya manusia yang terus beruasaha belajar memperbaiki diri, merubah dari yang tidak bisa menjadi bisa, dari yang tidak tahu menjadi tahu. Selama hidupnya manusia terus menerus belajar.

Long life education atau pendidikan seumur hidup artinya bahwa selama hidupnya manusia itu terus-menerus belajar. Istilah ini awalnya dikemukakan oleh filsuf dan pendidik Amerika yang sangat terkenal yaitu John Dewey. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berlangsung selama seseorang belajar di pendidikan formal (sekolah) saja. Tetapi pndidikan juga dapat diperoleh dari luar pendidikan formal (masyarakat dan kehidupan sehari-hari maupun pengalaman hidup).

Hal itu sejalan dengan hadis nabi yang menyebutkan bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi seorang muslim dari buaian sampai ke liang lahat. Hal ini dapat diartikan bahwa selama hayat masih dikandung badan maka mencari ilmu (belajar) adalah kewajiban bagi kita. Bagi kita yang muslim, nabi kita Muhammad telah memberi tauladan dalam hadisnya, "Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China". Menuntut ilmu bisa di mana saja dan kapan saja.


Sumber: https://www.kompasiana.com/ekribaifeto/5ed2ac81d541df2af837fcf2/manusia-dalam-konsep-long-life-education?page=all


Minggu, 11 April 2021

Kacamataku Minta Ganti


Salah satu kebiasaanku yang kurang baik adalah pelupa. Setiap menyimpan sesuatu benda ujung-ujungnya pasti bercari-cari. Kebiasaan lainnya suka menaruh benda-benda itu di tempat sekenanya. Kadang di lemari, kadang di tepi tempat tidur, kadang juga di meja makan. Benda yang sering sekali kelupaan naruh adalah kunci motor dan kaca mata. Karena kedua benda itu yang selalu digunakan dalam hampir setiap aktivitasku.

Seperti pagi itu, ketika akan berangkat ke sekolah disibukkan mencari kaca mata terlebih dahulu. Dicari di tempat-tempat biasa menyimpan, lemari buku, samping tempat tidur, meja makan sudah dicari nggak juga ketemu. Sambil masih mencari aku mengingat-ingat kembali aktivitas terakhir malam tadi.

Tetiba teringat pesan sang istri sebelum ia berangkat sekolah duluan, "Yah kaca mata sama jam mu ado di lemari adik". Buru-buru aku ke kamar tidur, buka lemari dan terlihatlah jam dan kaca mataku di rak lemari paling atas. Karena kurang hati-hati, kaca mata ku tersenggol dan "praakkkk" jatuh ke lantai. Tak ayal, kacanya pun retak berbentuk seperti ketika waktu masih SD suka menggambar pemandangan, gambar rumput. He..he..he..
Karena tidak nyaman memakai kaca mata yang retak seperti itu, segera diagendakan menggantinya ke optik. Dari kejadian ini ada hikmah yang bisa diambil, setiap melakukan pekerjaan tidak perlu terburu-buru karena pakerjaan yang dilakukan dengan terburu-buru pasti hasilnya kurang bagus. Demikian juga menyimpan sesuatu benda sebaiknya disimpan dengan rapi di letakkan di satu tempat supaya ketika dibutuhkan tidak bingung becarian


#salamliterasi
#salamsehat
#salamlagerunal

Jumat, 09 April 2021

Juri Lomba Menulis Surat


Dalam rangka menyambut HUT Kabupaten Musi Rawas tahun 2021, dan memeriahkan HUT Harian Linggau Pos ke 20, koran Harian Linggau Pos bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kab. Musi Rawas mengadakan lomba menulis surat untuk  Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas. Lomba ini ditujukan pada siswa-siswi kelas 4 dan 5 SD, serta kelas 7 dan 8 SMP baik  negeri maupun swasta.

Pelaksanaan lomba dimulai dari tingkat gugus, kecamatan, kemudian kabupaten. Seleksi di gugus sekolah saya, Gugus 3 Kecamatan Muara Lakitan dilaksanakan pada tanggal 3 April 2021. Setiap sekolah mengirimkan 3 karya terbaik siswa yang telah diseleksi di sekolah masing-masing. Karena di gugus 3 ada 7 sekolah, terkumpullah sebanyak 21 karya terbaik siswa.
Setelahnya melalui proses penjurian, didapatkanlah 5 terbaik yang akan dikirim ke tingkat kecamatan. Kelima surat terbaik itu adalah 1. Mutiya Dari (SDN Anyar) 2. Siwi Marsella (SDN Pendingan) 3. Nabila Salsa Agustin (SDN Anyar) 4. Putra Akbar (SDN 4 Semangus) 5. Ranum Arzevi (SDN Pendingan).

Selanjutnya pada hari Selasa, 7 April 2021dilaksanakan penjurian Lomba Menulis Surat untuk Bupati dan Wakil Bupati di tingkat kecamatan. Saya termasuk salah satu guru yang ditunjuk oleh Bapak Korwil kecamatan Muara Lakitan untuk menjadi juri pada kegiatan tersebut. Kegiatan penjurian dilaksanakan di kantor Korwil, melibatkan beberapa orang guru SD dan SMP yang sudah ditunjuk dan dibantu oleh adik-adik Indonesia Mengajar.

Setelah semua juri hadir, kegiatan pun dimulai dan dibuka langsung oleh Bapak Korwil (Bapak Suyamto, S.Ip.Spd.). Dalam acara pembukaan itu selain disampaikan sambutan ketua panitia dan pengarahan dari Bapak Korwil juga disampaikan petunjuk teknis dalam penjurian. Untuk menjaga keobjektifan juri, diambil inisiatif untuk guru SMP menilai surat siswa SD dan sebaliknya, guru SD menilai surat siswa SMP. Namun pada kesempatan itu ada salah satu dewan juri yang mengusulkan supaya pada kriteria penilaian tertentu dipegang oleh guru Bahasa Indonesia. 

Akhirnya disepakati bahwa untuk kriteria penilaian isi surat dan ketata bahasaan baik kategori SD dan SMP dipegang oleh guru Bahasa Indonesia, kriteria penilaian yang lain disilang antara guru SD dan SMP. Saya mendapat tugas menilai pada kriteria Bagian-bagian Surat, kategori siswa SMP. 
Proses penjurian berlangsung hingga pukul 12.00. Setelah panitia merekap seluruh nilai dari dewan juri, didapatlah 5 surat terbaik dari kategori SD dan SMP. Masing-masing kelima surat terbaik itu adalah: Kategori SD, 1. Arina Manasika (SDN Pian Raya) 2. Zalfa Zahira Tesen (SDN Muara Rengas) 3. Siva Lindia (SDN Bumi Makmur) 4. Depani Isnia Sari (SDN Muara Rengas) 5. Andina Safitri (SDN 2 Marga Baru). Kategori SMP, 1. Anggi (SMPN Lubuk Pandan) 2. Lingga ((SMPN Lubuk Pandan) 3. Nurlita Sari (SMP Sabilillah) 4. Listiani Pratama (SMPN Prabumulih II) 5. Risky Fadhila M (SMPN 1 Marga Baru).

Dari ajang ini, dapat melatih siswa untuk berliterasi melalui kreatifitas menulis. Diharapkan kedepannya mereka konsisten untuk semangat menulis hingga menghasilkan karya-karya yang bermanfaat. Semoga di tingkat kabupaten nanti ada perwakilan dari kecamatan Muara Lakitan yang bisa mendapatkan nilai terbaik dalam ajang lomba ini. Aamiin.

Inspirasi Menulis



Menulis sebagaimana disebutkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah membuat huruf (angka dan sebagainya) dengan pena (pensil, kapur, dan sebaganya). Bisa juga diartikan sebagai kegiatan melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan. Namun sering kali kita kesulitan untuk mengeluarkan ide dan pikiran kita ke dalam bentuk tulisan yang menarik.

Sebenarnya apapun yang ada di sekitar kita bisa menjadi inspirasi untuk menulis. Dari lingkungan di sekitar rumah, lingkungan kerja, pergaulan dengan rekan kerja, atau apapun bisa menjadi sumber inspirasi kita. Resep menulis dari narasumber pelatihan menulis bersama Om Jay, Ibu Lilis Sutikno adalah tulis...tulis...tulis, dan tulis...tulis..., lalu tulis...tulis...terus menulis. Jangan dulu dibaca. Baru setelah dua tiga hari kita baca lagi sambil diedit, diperbaiki jika terdapat kesalahan.

Rangkaian peristiwa dari kita bangun tidur sampai menjelang tidur lagi pun juga bisa menjadi inspirasi menulis. Jika kita tuliskan akan menghasilkan tulisan bahkan hingga berlembar-lembar. Oleh karena itu marilah kita pacu semangat, motivasi diri kita untuk selalu terus menulis setiap hari. Seperti apa yang telah disampaikan oleh Om Jay Guru Blogger Indonesia, "Menulislah setiap hari dan lihatlah apa yang terjadi". 


#salamliterasi

#salamsehat

#salaminspirasimenulis


Kamis, 08 April 2021

Apresiasi sebagai Motivasi



Sumber foto : https://saintif.com/apresiasi-adalah/

Saat itu tanggal 1 April 2021 saya mendapat undangan teman FK-KKG untuk mengikuti rapat koordinasi kegiatan yang diagendakan oleh FK-KKG. Kegiatan rapat diagendakan mulai pukul 19.30, namun karena kondisi cuaca yang kurang bagus saya baru bisa masuk zoom meeting dan mengikutinya pukul 20 lewat itupun sering terlempar keluar masuk ruang zoom. Karena saya tidak termasuk ke dalam susunan panitianya maka saya hanya menyimak saja. Kegiatan rapat berjalan dengan lancar meskipun ada beberapa teman panitia yang berhalangan hadir. Rapat selesai pada pukul 22 lewat.

Selesai mengikuti rapat koordinasi tadi saya sempatkan melanjutkan menulis resume materi dari narasumber Pelatihan Menulis Bersama Om Jay Gelombang 17. Saat itu tema materi yang saya tulis resumenya adalah tentang "Motivasi Berprestasi: Menulis Semudah Ceplok Telur" disampaikan oleh Narasumber dari NTT Ibu Dra. Lilis Ika Herpianti Sutikno, S.H. Resume materi selengkapnya dapat dilihat di https://pakiroen.blogspot.com/2021/04/motivasi-berprestasi.html

Tanpa terasa saya menulis resume tersebut hingga pukul 01.00 pagi lewat. Di akhir paparan materi, beliau memberi chalenge kepada para peserta untuk menulis resume materi beliau di blog kemudian diposting di akun facebook dan dishare ke akun facebook dan ke email pribadi beliau. Chalenge tersebut ditunggu sampai tanggal 7 April 2021. Iseng-iseng saya posting resume saya tersebut ke akun facebook saya dan saya share ke akun facebook beliau yang sebelumnya sudah saya telusuri di pencarian facebook. Sebagai peserta yang baru belajar menulis tentunya saya tidak berharap untuk memenangkan chalenge dari beliau. Motivasi saya saat itu, saya hanya ingin membagikan apa yang sudah saya tulis.

Pagi harinya, tanggal 2 April 2021 saya baru membuka HP sekitar pukul setengah delapan, mendapat kiriman gambar screenshoot dari teman seperti berikut ini.


Saya tanya gambar apaan itu? Kemudian saya amati gambar screenshoot tersebut, ternyata kolom komentar di blog saya. Disitu saya lihat komentar paling atas adalah komentar dari sang narasumber Ibu Lilis Sutikno, dan komentar di bawahnya dari senior saya Pak D Sus, serta dari satu rekan guru saya satu kecamatan. Karena penasaran saya pun membuka akun facebook saya, dan ternyata benar resume saya di blog telah dikomentari oleh beliau-beliau.

Saya masih belum yakin karena batas akhir chalenge masih tanggal 7 April. Karena masih penasaran saya melihat postingan sayatersebut telah dibagikan di akun facebook beliau.


Selain itu, pada siang harinya saya juga mendapat inbok dari beliau melalui email, yang mana beliau meminta saya untuk mengirimkan alamat lengkap.


Sungguh perasaan saya sangat gembira pada saat menerima kabar itu. Sebagai penulis pemula yang masih belajar menulis mendapatkan apresiasi dari narasumber langsung. Hal ini pun semakin meningkatkan motivasi saya untuk selalu menulis. Terimakasih yang tak terhingga kepada Ibu Lilis Sutikno yang telah mengapresiasi hasil tulisan saya, membuat resume materi yang telah beliau sampaikan.


#salamliterasi

#salamsehat

#salamlagerunak


Hidup Hirup Hibuk


Hidup

Jika kita membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia, kita temukan banyak sekali definisi tentang hidup. Dalam benak kita berfikir yang namanya hidup berarti masih mempunyai nyawa, bisa bergerak, bernafas, tumbuh, berkembang biak, dan membutuhkan makan.



 

Hirup

Masih berdasarkan KBBI, hirup artinya menghirup. Disini bisa kita analogikan bahwa menghirup udara (oksigen) untuk mempertahankan hidup kita. Sesuai ciri-ciri makhluk hidup, bernafas yang berarti menghirup oksigen (O2) dan mengeluarkan karbondioksida (CO2).

Hibuk

Kembali kita buka Kamus Besar Bahasa Indonesia, maka akan kita temukan arti dari hibuk adalah banyak pekerjaan; giat bekerja; sibuk. Untuk mengatasi supaya hidup kita tidak bosan maka kita perlu menyibukkan diri dengan berbagai macam kegiatan. Salah satunya adalah dengan menulis. Menulis bisa kita lakukan di saat istirahat atau setelah semua pekerjaan kita selesai sehingga tidak mengganggu aktifitas rutin kita.





Guru Profesiku


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa gu.ru (n) adalah orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar. Dalam bahasa Jawa, guru diakronimkan sebagai digugu dan ditiru, sehingga guru dituntut untuk memiliki atitude yang baik dimata murid-muridnya.

Saya sangat bersyukur dikaruniai pekerjaan sebagai seorang guru. Sebenarnya cita-cita saya sewaktu masih duduk di bangku sekolah adalah menjadi pegawai bank atau pegawai kantoran yang jika dilihat dari penampilannya sangat rapih, duduk manis di belakang meja dan tidak berinteraksi dengan banyak orang. Oleh karenanya setelah lulus dari bangku SLTA saya melanjutkan studi mengambil jurusan administrasi perkantoran. Namun nasib berkata lain. Setelah melamar pekerjaan ke sana ke mari, saya diterima bekerja di sebuah perusahaan kelapa sawit dan ditempatkan sebagai staf tata usaha di sekolah yayasan perusahaan tersebut.

Setahun menjadi staf tata usaha, karena di sekolah tersebut masih kekurangan tenaga pengajar saya diminta mengajar mata pelajaran seni budaya kelas 3-6 SD. Kebetulan di yayasan tersebut terdapat dua jenjang sekolah yaitu tingkat SD dan SMP. Tahun berikutnya, karena sudah ada tambahan tenaga tata usaha dari kantor perusahaan maka saya ditarik sepenuhnya untuk mengajar di SD. 

Untuk mendukung pekerjaan sebagai guru, ketika ada kesempatan untuk mengikuti pendidikan guru jenjang Diploma dua tidak saya sia-siakan kesempatan itu. Selain untuk menunjang jenjang karir, terlebih juga karena saya ingin memperdalam ilmu keguruan. Puji syukur alhamdulillah meski dengan perjuangan yang sangat berat, pendidikan diploma bisa selesai tepat waktu. 

Tahun pertama setelah kelulusan saya dari pendidikan guru, saya mengikuti tes penerimaan CPNS namun belum beruntung. Tahun berikutnya saya mengikuti tes penerimaan CPNS lagi dan alhamdulillah saya lulus tes tersebut. Setahun kemudian saya mendapatkan bea siswa dari pemerintah untuk melanjutkan pendidikan strata dengan jurusan yang sama, Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Hal itu sangat mendukung saya ketika peraturan pemerintah terbit, yaitu tentang pendidikan minimal guru sekolah dasar adalah S1.

Profesi guru bagi saya merupakan anugerah yang luar biasa dari Allah yang harus saya syukuri. Dengan profesi sebagai guru inilah saya bisa seperti sekarang ini. Semoga saya senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan kesabaran untuk bisa terus memberikan pendidikan kepada anak-anak didik saya. Aamiin.

Marhaban Yaa Ramadhan 1447 H

Marhaban Yaa Ramadhan... Selamat datang bulan pernuh berkah, bulan yang penuh ampunan. Rasa syukur selalu kami ucapkan, atas segala nikmat d...