Sabtu, 26 November 2022

Haru Biru Menjadi Guru

Tak terasa sudah hampir 20 tahun aku berkecimpung di dunia pendidikan sebagai seorang guru. Perjalanan yang sudah cukup panjang tentunya. Pikiranku seolah-olah melayang kembali ke masa lalu di mana aku mulai terjun ke dunia nyata yang sebenarnya. 

12 Mei 2003 tepatnya aku mulai bekerja di sebuah yayasan pendidikan milik perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah kabupaten Musi Rawas. Pada saat itu aku diterima bekerja sebagai staf tata usaha sekaligus mengajar keterampilan komputer. Namun, sayang berkali sayang belum genap satu tahun mengajar keterampilan komputer, satu-satunya mesin komputer yang dimiliki yayasan saat itu hilang dicuri orang. Padahal pada zaman itu mesin komputer masih sangat langka dan penggunaannya masih menggunakan seperangkat CPU dan monitor, rasanya tidak bisa dipercaya bahwa di dalam perkebunan yang medannya cukup jauh di dalam dan lumayan sulit jangkauan transportasi ada yang sengaja membobol ruang kantor hanya untuk mengambil seperangkat komputer yang membawanya saja susah. Tidak seperti saat ini di mana komputer sudah menjadi kebutuhan, bentuknya pun juga semakin elegan sehingga mudah dibawa ke mana-mana. Pepatah mengatakan "untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak", kegiatan administrasi kembali menggunakan mesin ketik manual.

Tahun pelajaran berikutnya aku diberi tambahan tugas mengajar mata pelajaran seni budaya. Seterusnya karena siswa di yayasan semakin bertambah tiap tahunnya, serta sudah ada tambahan tenaga administrasi dari kantor sentral aku ditarik menjadi guru kelas. Pertama kali aku menjadi guru kelas diberi tanggung jawab memegang kelas V.B. Jadwal pembelajarannya pun masuk siang. Menjadi guru di yayasan ini aku jalani selama hampir tujuh tahun. 

Pada Maret 2010 aku menerima petikan SK CPNSD Formasi tahun 2009 dari Bupati Musi Rawas dan ditempatkan di SD Negeri Anyar, salah satu sekolah di desa dekat dengan perkebunan sawit tempatku menjadi guru sebelumnya. Sejak saat itu aku menjalankan tugas sebagai ASN di sekolah ini hingga sekarang. Telah banyak kisah terajut selama menjalani profesi sebagai guru di sekolah ini. Perjuangan melanjutkan pendidikan sambil mengatur waktu supaya tidak mengganggu jadwal mengajar salah satunya. 

Karena aku lolos seleksi penerimaan CPNSD masukan dari diploma maka mau tidak mau harus menyesuaikan pendidikan dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana. Beruntung bisa melanjutkan study di Universitas Terbuka UPBJJ Palembang, di mana perkuliahan dilaksanakan di pokjar daerah pada Sabtu-Minggu sehingga jadwal perkuliahan tidak mengganggu jam mengajar. Walaupun capeknya sungguh luar biasa. Menempuh perjalanan 2 jam untuk sampai ke lokasi pokjar.

Tahun 2013 aku berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana. Harus molor satu semester, tertinggal dari teman-teman seangkatan yang telah lulus duluan karena harus mengulang satu mata kuliah yang belum lulus. Hikmah yang harus aku syukuri adalah pada saat mengurus kenaikan pangkat berbarengan dengan keluarnya peraturan bahwa guru harus memiliki kualifikasi pendidikan minimal S1 dan pada saat itu pas pendidikanku telah selesai sehingga pada waktu mengurus kenaikan pangkat bisa otomatis naik dari golongan II/b ke golongan III/a.

Menjadi guru di SD Negeri Anyar telah kujalani selama hampir tiga belas tahun. Pada bulan Oktober 2022 kemarin selain sebagai guru di SD Negeri Anyar, aku juga diberi amanah untuk menjadi Plt. Kepala Sekolah di SD Negeri Trans Pendingan. Masih dalam lingkup satu gugus. Kepala Sekolah yang lama meninggal dunia karena sakit jantung. Tidak ada teman sejawat yang menyangka bahwa beliau akan berpulang secepat ini. Namun, usia manusia adalah rahasia sang pencipta. Jika waktunya telah tiba, tak ada seorang pun yang bisa menunda atau pun memajukannya. Tugas kita adalah menyiapkan bekal yang sebanyak-banyaknya untuk kita bawa menghadap sang pencipta, dengan banyak-banyak beribadah dan berbuat kebaikan terhadap sesama. Satu harapanku adalah bisa menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah selalu membukakan jalan dalam menjalankan amanah ini. Aamiin.


Kamis, 24 November 2022

Hari Guru Nasional 2022


25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Peringatan Hari Guru Nasional tahun 2022 ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun PGRI ke 77. Begitu besar dan mulia jasa guru dalam menyiapkan generasi penerus bangsa ini sehingga tak berlebihan jika setiap tanggal 25 November kita peringati sebagai Hari Guru Nasional.
Untuk memeriahkan peringatan Hari Guru Nasional tahun ini, sekolah kami SD Negeri Trans Pendingan kabupaten Musi Rawas mengadakan beberapa kegiatan. Selain upacara bendera pada tanggal 25 November 2022, kami mengadakan kegiatan yang ditujukan untuk siswa yaitu "Lomba Cipta Puisi".
Dalam kegiatan lomba tersebut, anak-anak ditugaskan untuk menulis puisi yang bertemakan tentang guru. Lomba menulis puisi telah dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 22 November 2022 kemarin.
Setelah melewati proses penjurian oleh dewan guru, didapatkan beberapa kandidat yang nantinya mengikuti tahap penilaian penampilan membaca puisi hasil karya mereka. Kami semua dewan guru SDN Trans Pendingan merasa bangga melihat antusiasme anak-anak mengikuti kegiatan lomba ini.
Selain mengadakan kegiatan "Lomba Cipta Puisi" kami juga melaksanakan upacara bendera. Upacara yang kami laksanakan ini berbeda dengan upacara pada hari Senin biasa karena yang menjadi petugas upacara adalah semua dewan guru. Namun, karena anggota dewan guru tidak mencukupi petugas dirigen dan pembaca teks Pancasila diberikan kepada siswa kelas VI. 
Pelaksanaan upacara diiringi hujan rintik-rintik yang turun membasahi bumi, seolah-olah alam pun ikut larut dalam suasana hening peringatan Hari Guru Nasional yang kami laksanakan pagi ini. Bersyukur upacara berjalan dengan lancar. Semua rangkaian acara upacara dapat dilaksanakan dengan baik.

Kamis, 10 November 2022

Merawat Spirit Literasi


Tema kamis menulis kali ini sepertinya sangat pas dengan situasi dan kondisiku saat ini. Sudah sekian lama vakum dari kegiatan menulis di blog pribadi. Namun demikian tidak bisa lepas dari kegiatan menulis yang lain. Selama vakum menulis di blog, aktivitasku tidak terlepas dari tulis menulis. Menyelesaikan tugas-tugas kuliah ataupun adminstrasi guru cukup menguras tenaga dan pikiran, sehingga blog pribadi menjadi terbengkalai. Momen kamis menulis ini sangat tepat untuk menumbuhkan kembali spirit literasi menulisku. 

Menulis di blog memang lebih mudah jika menuangkan cerita sehari-hari. Seperti kisah perjalanan kami beberapa hari kemarin. Mengikuti seminar nasional dan menjadi presenter/penyaji makalah menjadi salah satu syarat untuk mengajukan proposal tesis yang kami susun. Oleh karenanya aku beserta enam orang temanku yang lain sengaja meluangkan waktu untuk bisa mengikuti kegiatan seminar tersebut di kampus Universitas Bengkulu.

Waktu yang lumayan mepet untuk menyusun makalah cukup membuatku kalang kabut mempersiapkannya. Penyajian makalah dilaksanakan setelah kegiatan seminar selesai. Penyajian materi dilaksanakan secara terpisah sesuai dengan kosentrasi masing-masing. Penyajian makalah konsentrasi IPA yang kupilih digabung dengan konsentrasi Matematika sehingga memakan waktu yang cukup lama, hingga pukul lima sore lewat baru selesai.

 

Menempuh perjalanan dari dusun ke Lubuklinggau-Bengkulu benar-benar sangat melelahkan. Harus menginap dan berpisah dengan keluarga beberapa hari. Namun, rasa lelah itu tidak sebanding dengan ilmu yang kami dapatkan dengan mengikuti kegiatan tersebut. Dengan mengikuti kegiatan seminar secara langsung, kami bisa berinteraksi dengan narasumber dan memetik ilmu yang mereka bagikan. 

Rasa lelah yang kurasakan akan terobati ketika pulang ke rumah, sampai di depan pintu disambut teriak kegirangan kedua buah hatiku, "Ayaaaahhhh...!" sambil mereka berlari untuk memeluk ayahnya. Rasanya semua lelah dan capeknya badan terasa sirna.

Rabu, 09 November 2022

Presentasi Makalah pada Seminar Nasional

Mempresentasikan makalah adalah rangkaian dari kegiatan Seminar Nasional Pendidikan Dasar Series dan Workshop 2022. Menjadi penyaji pada 

Selasa, 08 November 2022

Memetik pesan dari Seminar Nasional Pendidikan Dasar Series dan Workshop 2022

Kegiatan Seminar Nasional Pendidikan Dasar Series dan Workshop dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 5 November 2022 di Gedung C Universitas Bengkulu. Sebagai Narasumber yaitu Prof. Dr. Anwar Efendi, M.Si (Guru Besar Universitas Yogyakarta), Dr. Meilani Hartono, S.Si., M.Pd. (Dosen Universitas Bina Nusantara Jakarta), serta Moderator Prof. Dr. Endang Winarni, M.Pd (Dewan Pakar HDPGSD Indonesia). Mengusung tema "Mewujudkan Lahirnya Generasi Emas Abad 21 melalui Literasi dan Numerasi Lintas Disiplin Ilmu".

Sebagai pendidik, para peserta mendapatkan pencerahan yang sangat bermanfaat dari kegiatan ini. Jika dirangkum didapatkan ringkasan materi yang memuat pesan sekaligus pencerahan bagi kita para guru dalam menjalankan tugas.

Guru yang baik adalah apabila alumninya mengingat apa yang guru ajarkan bukan apa yang guru lakukan. Konsep Ki Hajar Dewantara, dengan prinsip among dan prinsip taman jadikan bersekolah itu seperti berwisata. Sekolah itu menjadi wahana belajar menghargai setiap perbedaan, berbagi ide, menjadi seseorang yang berguna bagi sesama, dan membuat lingkungan menjadi nyaman.

Pendidikan sekarang adalah pendidikan yang humanis, kooperatif, dan kolaboratif bukan kompetitif. Jika telah terjadi pembelajaran yang kooperatif, amati betul-betul apakah sudah terjadi sharing ide dan respect terhadap perbedaan.

Di tengah kesibukan guru dalam melaksanakan tugas, menyiapkan administrasi guru, dan melaksanakan pengembangkan dirinya bagaimana menjadi seorang guru yang profesional? 

Tidak ada guru yang benar, yang ada adalah guru yang baik. Guru hendaklah menjadi dalang di dalam kelas yang tidak akan kehabisan lakon. Oleh karenanya manfaatkan seberapa detik guru bisa memantik potensi anak. (Buat anak menjadi nyaman, selebihnya drill soal, menghafal, dll).

Momentum yang kuat, buahnya terlihat setelah 25-30 tahun yang akan datang. Sebelum memulai pelajaran, kondisikan siswa terlebih dahulu sampai siap menerima pelajaran. Mari ciptakan setiap hari adalah hari yang baru. Kemarin dan esok adalah hari ini. Belum tentu kita akan sampai pada hari esok, maka ciptakan apapun yang terbaik pada hari ini. Kembangkan pedagogignya. 

Setiap hari adalah hari yang bagus buat kita. Ciptakanlah momentum bukan event pada anak didik kita. guru yang baik akan menjadi guru hebat. Guru hebat akan menjadi guru mulia : menginspirasi peserta didiknya, maka akan tercipta guru yang profesional.


Rabu, 17 Agustus 2022

Perayaan HUT RI ke 77 di Sekolahku

Dua tahun lebih pandemi melanda negeri ini sejak tahun 2020 lalu. Kondisi itu hampir melumpuhkan semua sendi kehidupan.  Tak terkecuali, sektor pendidikan pun ikut terkena dampaknya. Selama dua tahun lebih pendidikan dilaksanakan dari rumah. Pembelajaran dilaksanakan secara daring. Tak jarang, pelaksanaan pembelajaran melalui daring justru menimbulkan masalah baru bagi anak-anak terutama yang tinggal di daerah.

Beberapa waktu terakhir kondisi pandemi sudah semakin membaik. Kehidupan mulai berjalan normal kembali. Meskipun begitu kita tetap harus waspada dan selalu menerapkan protokol kesehatan.

Setelah dua tahun peringatan HUT RI tidak dilaksanakan dengan meriah, peringatan HUT RI ke 77 tahun ini mulai diperbolehkan diperingati dengan meriah. Demikian juga di sekolahku. Beberapa hari menjelang tanggal tujuh belas Agustus mulai dilaksanakan berbagai macam perlombaan. Perlombaan dikategorikan dalam kategori kelompok dan perorangan.

Perlombaan kelompok dibagi menjadi dua kategori yaitu kategori kelas rendah dan kategori kelas tinggi. Kategori kelas rendah anggota kelompoknya adalah gabungan dari siswa kelas 1, 2, dan 3. Sedangkan kategori kelas tinggi anggota kelompok merupakan gabungan dari siswa kelas 4,5, dan 6.


Sabtu, 09 Juli 2022

Hari Raya Idul Adha 1443 H

Hari raya Idul Adha tahun ini bertepatan dengan hari libur sekolah. Kali ini kami merayakan hari raya Idul Adha di rumah neneknya anak-anak di Palembang. Seperti hari raya Idul Fitri kemarin, sholat Idul Adha juga dilaksanakan di masjid Baitur Rohim RT. 5 Kel. Sukodadi Palembang. Perbedaannya, jamaah sholat hari raya kali ini lebih sedikit dibandingkan hari raya Idul Fitri kemarin. Hal itu dikarenakan tidak terlalu banyak penduduk perantauan yang pulang kampung.


Kembali ke Rumah Induk Lama

"Rumah" induk yang dimaksud di sini adalah tempat tugas induk Pak Guru sebagai seorang pendidik, yaitu di SD Negeri Anyar kecamata...