Selasa, 21 Desember 2021

Semangat Menjalani Hari

Kesibukan pekerjaan yang menuntut deadline harus segera dituntaskan membuatku vakum beberapa saat dari dunia menukis. Agenda menuntaskan pekerjaan satu demi satu yang sudah kususun sedemikian rupa mendadak buyar.

Tahun 2021 berlalu sudah meninggalkan semua kisah dan kenangan, berganti dengan datangnya tahun 2022. Menapaki awal tahun ini kuberharap bisa selalu melewati hari-hari dengan penuh semangat seperti semangatnya hari yang terus berganti. 

Semua kisah yang tak mengenakkan di tahun kemarin tak perlu dikenang. Kita Songsong tahun ini dengan semangat yang baru. Semoga tulisan ini bisa menjadi pelecut semangat bagi diriku sendiri untuk menjalani aktivitas dan kegiatan sehari-hari serta supaya bisa senantiasa menebar kebaikan kepada sesama.

Masih memiliki mimpi untuk bisa menerbitkan buku lagi. Beberapa agenda menulis yang masih terbengkalai di tahun kemarin, semoga bisa terwujud tahun ini. Semangat menyongsong tahun yang baru. Semangat menjalani hari-hari di tahun ini dengan lebih baik lagi.

#salamliterasi

Kamis, 02 Desember 2021

Permata Hatiku

Anakku permata hatiku
Anakku harapan ayah ibu
Cepat besar dan berguna
Bagi Nusa, bangsa, agama
Permata hati titipan Ilahi
Kelak dewasa nanti
Jalankan perintah Allah
Serta berbakti pada orang tua

Anakku anugerah Allah, yang selalu kudamba
Kini telah lahir ke dunia, semoga sholeh Sholeha
Dewasa membahagiakan orang tua
Tingkahnya menyejukka hati
Perkataannya tenteramkan jiwa
Hidupnya selalu berprestasi
Putraku tambatan hatiku
Kudoakan engkau bahagia
Baik di dunia maupun akhiratnya

***

Tulisan tersebut merupakan syair lagu qosidah berjudul 'Permata Hati' yang dibawakan oleh grup qosidah Annisa dari Demak, Jawa Tengah. Lagu ini pas sekali bagi pasangan yang telah dikaruniai buah hati yang didambakan. Menggambarkan betapa luar biasa bahagianya mendapatkan karunia titipan dari Ilahi. Permata hati sebagai harta yang paling berharga yang selalu dinantikan oleh setiap insan yang telah mengarungi bahtera rumah tangga.

Selain itu dalam syair tersebut sarat dengan doa dan harapan agar sang permata hati kelak tumbuh dewasa menjadi orang yang berguna bagi Nusa, bangsa, dan agama. Berprestasi, memiliki tingkah laku yang menyejukkan hati serta tutur katavyang menentramkan jiwa. Tidak hanya bagi kedua orang tuanya, tetapi juga bagi orang-orang di sekelilingnya.

Benar-benar menggambarkan harapan setiap orang tua kepada putra-putrinya agar menjadi anak yang soleh dan soleha. Semoga do'a-do'a kita sebagai orang tua agar putra-putri kita menjadi anak yang soleh/soleha diijabah oleh Allah SWT. Aamiin.



Kamis, 18 November 2021

Lima Tahun Usiamu Kini

Lima tahun yang lalu engkau hadir ke dunia ini sebagai pelepas dahaga penantian dalam mahligai rumah tangga kami, putri mungilku. Menjawab setiap do'a ayah ibumu. Hari ini genap lima tahun usiamu. 
Tak ada kado indah yang kami persembahkan kepadamu selain do'a dan harapan semoga Allah selalu melindungi dan merahmati setiap tumbuh kembangmu menjadi putri yang soleha. Putri yang tau akan kewajibannya, kewajiban kepada Tuhanmu, kewajiban kepada orangtua dan keluargamu, kewaban kepada agamamu, kewajiban kepada orang-orang di sekelilingmu.
Selamat ulang tahun putriku. 
18-11-2016 - 18-11-2021

Rabu, 17 November 2021

Guru Profesiku

Nasib seseorang tidak ada yang tahu. Perjalanan hidup membawaku sampai pada titik sekarang ini. Liku-liku perjalanan hidup mengantarkanku pada profesi menjadi seorang guru. Guru adalah pekerjaan yang sangat mulia. Sudah seyogyanya aku merasa bangga dengan profesi ini. 

ANBK jenjang SD sudah mulai dilaksanakan sejak hari Senin kemarin. Sekolahku mendapat jadwal pada gelombang 2 (17-18 November 2021). Sesuai peraturan Dinas Pendidikan, pengawas dalam pelaksanaan ANBK ini secara silang antar sekolah. Dari sekolah kami, aku yang ditugaskan untuk mengawas ke sekolah tempatku pertama kali mengabdikan diri menjadi seorang guru.

Lokasi sekolah tersebut terletak di dalam perkebunan kelapa sawit yang jaraknya lumayan jauh juga, sekitar 20 km dari rumah. Yang namanya di perkebunan bisa dibayangkan bagaimana kondisinya. Jalannya masih tanah merah, jauh dari yang namanya aspal. Jika musim kemarau berdebu, jika musim penghujan jalannya becek berlumpur. Namun, hal tersebut bukan hal yang baru bagiku. Toh sebelum pindah ke luar kebun, dulu juga merupakan pemandangan setiap hari bagiku. 

Hari pertama pelaksanaan ANBK berjalan lancar. Pagi-pagi cuaca sangat cerah sehingga tak ada halangan dalam perjalanan menuju ke lokasi. Hanya saja kondisi jalan di dalam perkebunan berupa bebatuan yang lumayan besar sehingga aku tidak bisa mengendarai motorku dengan cepat. Goncangan-goncangan akibat menerobos jalanan berbatu membuat kedua tanganku sedikit kesakitan. Namun, tak berapa lama sudah pulih kembali. Sesampainya di lokasi, ANBK dimulai pukul 08.00 sehingga masih bisa instirahat sejenak.

Pelaksanaan ANBK menggunakan moda semi online. Dari awal sesi satu hingga sesi dua berakhir, peserta ANBK bisa menyelesaikannya dengan baik. Kondisi jaringan pun juga stabil sehingga pelaksanaan ANBK berjalan lancar. 

Hari kedua, pagi2 aku sudah menyiapkan sepatu boot dikarenakan semalam hujan deras. Bisa dipastikan jalan ke lokasi bonyok habis. 

"Om, di dalam hujan deras. Bagaimana, besok pagi bisa masuk nggak?" teringat chat kawanku semalam, guru di sekolah tempat pelaksanaan ANBK. 

"Semoga saja bisa Budhe" jawabku membesarkan hati.

Benar saja, dampak dari hujan semalam jalanan menjadi becek berlumpur.

Mengendarai sepeda motor harus ekstra hati-hati. Jangan sampai salah rem. Sepeda motor pun mulai meliuk-liuk ke kiri dan ke kanan. Nasehat kawan yang masih selalu kuingat ketika melewati jalan licin berlumpur seperti itu, ikuti saja ke mana arah stang motor berjalan dan jangan sampai menggunakan rem depan. Itulah yang aku lakukan selama di perjalanan ini.

Kondisi jalan yang seperti itu membuat perjalanan menjadi sedikit lebih lama. Karena aku tidak bisa mengendarai sepeda motor dengan cepat. Jika kondisi jalan kering biasa ditempuh dalam waktu tiga puluh menit, perjalanan ini kutempuh dalam waktu sejam lebih sedikit. 

Meski harus menempuh jalan yang lumayan licin namun, aku sangat bersyukur bisa menunaikan tugas dengan baik dan lancar. Aku anggap hal ini sebagai bagian dari konsekuensi profesi sebagai guru. Hal positif yang kujadikan pegangan adalah aku melaksanakan tugas ini dengan senang hati. Selain bisa menunaikan tugas, aku juga bisa menjalin silaturahmi dengan kawan-kawan satu sekolah tempat aku mengabdi dulu.

Mentari mulai menampakkan wajahnya tatkala Aisyah membuka pintu depan. Sinarnya terasa sangat lembut. Udara sangat segar. Tak ada ada bekas hujan di teras seperti hari-hari sebelumnya. Memasuki musim penghujan ini hampir setiap malam turun hujan. Namun, dari kemarin sore cuaca  sangat cerah. 

Sudah menjadi kebiasaan Aisyah setelah sholat subuh membersihkan setiap ruangan dari ruang tengah, ruang tamu, hingga ke teras depan rumahnya. Hal itu ia lakukan dengan senang hati. Kedua orang tuanya selalu mengajarkan untuk menjadi anak yang rajin.

Kamis, 11 November 2021

Pahlawan dalam Keluarga

Tinggal di desa itu identik dengan kedekatan kehidupan sosial bermasyarakat antar warganya. Seperti misalnya melalui kegiatan pengajian yasinan oleh bapak-bapak setiap malam Jum'at secara bergiliran. Minggu ini Eko mendapat giliran menjadi tuan rumah pengajian yasinan. Oleh karenanya sejak tau bahwa giliran pengajian yasinan tiba di tempatnya, Eko berdiskusi dengan istrinya akan membuat jamuan apa nanti. Sebenarnya tidak wajib memberikan jamuan bagi setiap jamaah yang mendapatkan giliran menjadi tuan rumah sebab sudah disampaikan oleh pengurusnya dari awal bahwa jangan sampai kegiatan ini malah memberatkan jamaah. Namun, kapan lagi bisa bersedekah kalau tidak pada momen seperti ini pikir Eko.

Pagi-pagi sekali Eko bergegas menuju ke pasar kalangan (pasar yang bukanya setiap seminggu sekali). Hal itu ia lakukan supaya nanti tidak terlambat ke sekolah. Ia harus pergi ke pasar sendiri untuk membeli beberapa kebutuhan yang masih kurang, karena istrinya sibuk menyiapkan keperluan untuk memasak nanti siang. 

Sama-sama bekerja sebagai ASN, kesibukan setiap pagi sudah menjadi hal yang biasa bagi mereka. Ketika istrinya sibuk memasak di dapur, Eko mengambil pekerjaan memandikan kedua buah hati mereka. Beruntung minggu ini ada ibu mertuanya yang sedang berkunjung, sehingga pengasuhan anak-anaknya banyak terbantu.

Sampai di pasar suasana masih cukup sepi. Eko membuka daftar barang yang telah dituliskan istrinya semalam. Dengan cekatan Eko berkeliling mencari barang-barang tersebut. 

"Satu lagi yang belum dapat, tetelan daging," gumamnya. 

Ia melihat ke sekeliling pasar, ternyata penjual daging baru tiba. Sembari menunggu penjual daging menyiapkan dagangannya, Eko duduk sambil mengamati suasana di sekelilingnya.

Di sana ia melihat para penjual menjajakan dagangannya masing-masing. Ada penjual pakaian, sayur-sayuran, makanan, daging, asesoris, dan sebagainya. Begitu dilihatnya penjual daging sudah siap dengan dagangannya, Eko segera nyamperin.

"Kak, ada tetelan sapi?" tanyanya pada penjual daging.

"Ada, dekak dulu ya." Jawabnya sambil masih menyiapkan dagangannya.

Eko memesan sekilo tetelan daging sesuai pesanan istrinya. Semua belanjaan sudah didapatkan Eko. Sebelum pulang, ia sempatkan membeli martabak untuk oleh-oleh kedua buah hatinya. 

"Astaghfirullah..!" pekik Eko dalam hati ketika tiba di tempat ia memarkir motornya. Rupanya ia lupa mencabut kunci motornya. 

"Alhamdulillah masih rezekiku, Ya Allah," ucapnya lirih sambil menstater motornya.

Lagi-lagi ia bersyukur masih diberi perlindungan Allah. Sepeda motornya masih aman di tempat parikirnya. Segera ia bergegas pulang. 

Teringat momen hari pahlawan, di sepanjang perjalanan ia berfikir jika tidak bisa menjadi pahlawan untuk orang lain, setidaknya ia ingin menjadi seorang pahlawan untuk keluarganya. Ia igin memberikan yang terbaik untuk istri dan kedua buah hatinya.

Selasa, 09 November 2021

AD/ART PGRI

Dalam rangka mempering ati Hari Ulang Tahun PGRI ke-76 dan Hari Guru Nasional Tahun 2021, PGRI Kabupaten Musi Rawas mengadakan Workshop Peningkatan Mutu Guru yang diikuti oleh guru-guru di Kabupaten Musi Rawas. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 9 s.d 11 November 2021 secara virtual melalui zoom meeting.

Pada hari pertama tanggal 9 November 2021, salah satu materi yang diberikan adalah AD/ART PGRI. Materi ini disampaikan oleh Narasumber sekaligus Guru Blogger Musi Rawas, Bapak Susanto, S.Pd. ketua bidang informasi dan komunikasi PGRI Kabupaten Musi Rawas. Karena disampaikan pada sesi terakhir, materi yang berikan cukup singkat, padat, dan berisi.

AD/ART
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) adalah landasan utama dan terutama sebuah organisasi yang harus dipegang teguh oleh anggota dan pengurus. Peran penting AD/ART PGRI adalah sebagai landasan dan pedoman pelaksanaan organisasi PGRI di semua tingkatan.

Dasar Hukum
Dasar hukumnya adalah Keputusan Kongres XXII PGRI Nomor V/KONGRES/XXII/PGRI/2019 Tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PGRI. AD/ART tersebut memuat 29 BAB dan 45 Pasal. 

Nama,Waktu,dan Kedudukan
Dalam AD/ART tersebut disebutkan organisasi ini bernama Persatuan Guru Republik Indonesia disingkat PGRI. Didirikan pada tanggal 25 November 1945 dalam Kongres Guru Indonesia di Surakarta untuk wilayah yang tidak ditentukan. Organisasi nasional bwekwdudukan di ibukota negara Republik Indonesia.

Dasar
PGRI adalah organisasi profesi, perjuangan, dan ketenagakerjaan yang didirikan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 

Sifat dan Semangat
Organisasi PGRI memiliki sifat Unitaristik tanpa memandang perbedaan tempat keeja, kedudukan, agama, suku, golongan, gender dan asal-usul. Independen yang berlandaskan pada prinsip kemandirian organisasi dengan mengutamakan kemitrasejajaran dengan berbagai pihak. Nonpartisipan artinya bukan merupakan bagian dari dan tidak berafiliasi kepada partai politik.

PGRI memiliki dan melandasi kegiatannya pada semangat demokrasi, kekeluargaan, keterbukaan, dan tanggung jawab etika, moral, serta hukum.

Kedaulatan
Kedaulatan organisasi ada di tangan anggota dan dilaksanakan sepenuhnya oleh kongres.

Visi PGRI
Terwujudnya PGRI sebagai organisasi profesi terpercaya, dinamis, kuat, dan bermartabat.

Misi PGRI
1. Mewujudkan PGRI sebagai organisasi profesi;
2. Melaksanakan fungsi dan kewenangan organisasi profesi;
3. Mewujudkan prinsip-prinsip profesionalitas dalam melaksanakan tugas profesi;
4. Meningkatkan kesejahteraan guru, dosen, dan tenaga kependidikan;
5. Membangun kerjasama dengan pemerintah, pemerintah daerah, dan semua pihak yang diperlukan untuk mewujudkan visi, misi, dan tujuan organisasi serta memajukan organisasi;
6. Mendorong terwujudnya pendidikan bermutu dan terjangkau masyarakat serta layanan pendidikan yang kreatif, efektif, efisien, dan menyenangkan;
7. Berperan aktif dalam menegakkan, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan negara Republik Indonesia.

Tujuan PGRI
1. Mewujudkan guru, dosen, dan tenaga kependidikan yang profesional, terpercaya, bermartabat, sejahtera, dan terlindungi;
2. Mewujudkan kesadaran, sikap disiplin, etos kerja, dan kemampuan profesi secara berkelanjutan demi meningkatnya mutu pendidikan;
3. Berperan aktif membangun sistem yang memberikan iklim pembelajaran untuk pendidikan yang aktif, intensif, kreatif, efektif, dan menyenangkan;
4. Mendorong kesadaran pemenuhan kewajiban profesi para guru dan memperjuangkan pemenuhan hak-hak, pemulihaan dan pembagian guru sehingga guru dapat efektif menjadi pemulia dan pembahagia bagi peserta didik;
5. Berperan serta mengembangkan sistem dan pelaksanaan pendidikan nasional;
6. Mewujudkan cita-cita proklamasi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 khususnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Marhaban Yaa Ramadhan 1447 H

Marhaban Yaa Ramadhan... Selamat datang bulan pernuh berkah, bulan yang penuh ampunan. Rasa syukur selalu kami ucapkan, atas segala nikmat d...