Minggu, 24 Januari 2021

Rindu

Oleh: Nasirun

Rindu
Merasuk kalbu
Jiwa merintih pilu
Sekian lama tak bertemu.

Aku simpan rasa rinduku
Hingga tibanya waktu
Kita bertemu
Ibu.

Do'amu
Selalu kuharapkan
Kesehatan dan keselamatan
Hingga masanya aku pulang.

Musi Rawas, 24 Januari 2021


Rabu, 13 Januari 2021

Profil Yusni, S.Pd.I

Foto : Dok. Yusni

YUSNI, S.Pd.I

Lahir di Air satan pada tanggal 15 November 1981 sebagai putri bungsu dari lima bersaudara dari pasangan suami istri Ayahanda Agus dan Ibunda Marnis (almarhum). Sekarang ini beliau berdomisili di Desa Marga Baru, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Propinsi Sumatera Selatan. Beliau memiliki keluarga dengan satu orang suami dan 3 orang putri yang cantik-cantik.

 

Riwayat Pendidikan Formal

Beliau menyelesaikan pendidikan formal dimulai dari SDN Air Satan tamat tahun 1994, SMPN  Air Temam tamat tahun 1997, dan MAN 2 lubuklinggau tamat tahun 2000. Setamat dari MAN beliau melanjutkan pendidikannya di STAIN Curup Prodi Pendidikan Aagama Islam tamat tahun 2004.

 

Riwayat Karir

Yusni, S.Pd.I mengawali karirnya sebagai guru dengan mengajar di SDN Kertasari Karang Dapo Musi Rawas pada tahun 2005-2006. Sejak tahun 2006 sampai sekarang beliau mengajar di MI Al Muhajirin Sidomulyo, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Propinsi Sumatera Selatan. Berkat prestasi kerja yang beliau raih, sejak tahun 2016 diberi amanah menjadi Kepala Sekolah di MI Al Muhajirin. Dalam menjalani aktivitasnya, beliau memiliki motto:  Kerja keras kerja cerdas kerja ikhlas. Beliaupun tidak akan pernah melupakan jasa Ayah dan Ibunya yang paling berjasa dalam mendukung karirnya sampai sekarang ini.

 

Komunitas Literasi

Untuk semakin mengasah kemampuan literasinya, Yusni, S.Pd.I ikut bergabung dalam beberapa komunitas literasi seperti Cakrawala Bolgger Guru Nasional (Lagerunal), Belajar Menulis Gelombang 5 Bersama Om Jay, AISEI Writing Online 2, dan Komunitas Blogger Musi Rawas. Silahkan sahabat lage berkunjung ke Blog Yusni, S.Pd.I





Minggu, 10 Januari 2021

Melati

Assalamualaikum sahabat guru blogger...
Lagerunal #SelasaBerbagi edisi 5 Januari 2021 yang lalu mengusung tema "Menulis Itu Mudah" dengan Narasumber Ibu Sam Nurhasanah, S.Pd dan dimoderatori oleh Bapak Sucipto Ardi, S.Pd.

Pada kesempatan itu, Narasumber menyampaikan bahwa untuk mengawali menulis kita bisa memulai dari hal-hal yang kita sukai dan kita kuasai. Mulai dari hal-hal kecil tersebut dan dilakukan secara terus menerus. Jangan takut mencoba dan jangan takut salah. Tidak ada hal yang instan karena semua butuh proses. Tanamkan mindset di benak kita, tidak ada hal yang sulit selama kita mau belajar. "BISA!! PASTI BISA!!"

Bagi pemula, menulis bisa dimulai dengan 3 alinea dulu. Alinea pertama yaitu pembuka, alinea kedua isi cerita, alinea ketiga yaitu penutup cerita. 3 alinea ini akan manjur dan sukses jika dilakukan setiap hari. Saat hendak menulis, tulislah dulu semua ide yang berserak dalam benak kita. Jangan dulu mengedit atau menyunting tulisan karena itu akan menghilangkan ide dan yang akan ditulis akan lupa. Menulis itu butuh keterampilan. Keterampilan akan terasah jika kita melakukannya setiap hari. Jangan menunggu waktu luang, tapi luangkanlah waktu untuk menulis. Demikian pesan Narasumber.

Untuk memancing peserta, Narasumber menyajikan sebuah gambar kemudian meminta peserta untuk menarasikan gambar tersebut.


Begitu banyak hal yang bisa kita lihat dari sebuah gambar bunga melati. Misalnya bentuknya, baunya, jenisnya, manfaat, bahkan nilai jualnya yang tentunya bisa beragam.

Kamis, 07 Januari 2021

Delapan


Assalamualaikum, selamat malam sahabat lage...semoga kita selalu sehat wal'afiat. Sahabat lage, #KamisMenulis edisi 7 Januari 2021 ini mengusung tema delapan. Saya sendiri kurang faham mengapa delapan diusung sebagai tema #KamisMenulis edisi kali ini. Namun, tantangan mesti dijawab. Demikian juga, saya berusaha menjawab tantangan ini.

Bagi saya delapan adalah angka yang sangat perfect. Mengapa demikian, karena untuk mendapatkan nilai dengan angka delapan itu membutuhkan perjuangan yang sangat luar biasa. Mengapa tidak sembilan atau sepuluh? Karena terlalu sempurna angka-angka tersebut untuk ukuran kemampuan saya. Dulu ketika masih duduk di bangku sekolah, saya selalu merasa senang dan puas jika mendapatkan nilai dengan angka delapan. Merasa perfect jika memperoleh nilai dengan angka sembilan, namun juga merasa sedih dan kecewa jika mendapatkan nilai dengan angka tujuh atau bahkan enam. Oleh karena itu saya selalu berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan nilai setidaknya dengan angka delapan. Ketika duduk dibangku kelas 2 SMU pun, sebagai dasar penjurusan adalah minimal dua mata pelajaran mendapatkan nilai dengan angka delapan. Mengapa diawal saya katakan bahwa angka delapan adalah angka yang perfect? Salah satu alasannya adalah hal tersebut, rumpun mata pelajaran IPS dan Bahasa yang mampu saya capai dengan nilai delapan. Sementara rumpun mata pelajaran IPA tidak mampu saya capai. Saya lebih suka jurusan IPS sehingga saya pun memilih kelas IPS.

Sekarang ini saya pun masih merasa senang dan puas jika anak didik saya berhasil menyelesaikan tugas dan mendapatkan nilai dengan angka delapan. Oleh karena itu saya pun akan berusaha semaksimal mungkin untuk membimbing mereka, setidak-tidaknya mencapai angka delapan. Namun, perjuangan tidak bisa dilakukan sendiri. Semua komponen harus saling mendukung, baik peserta didik, orang tua/wali, lingkungan sekolah, juga stakeholder yang lain. Sehingga jika seluruh komponen tersebut sudah terkoordinasi dengan baik, diharapkan angka delapan sebagai nilai siswa dapat tercapai.
Wassalamu'alaikum...

Senin, 04 Januari 2021

Patidusa Bias #02

Semangat Pagi
Oleh: Nasirun

Pagi
Langkahkan kaki
Menyusuri jalan ini
Kuatkan tekad untuk mengabdi.

Tahun, baru saja berganti
Diiringi sang mentari
Semangat pagi
Resolusi.

Polos
Senyum ceria
Wajah anak negeri
Selalu menanti setiap hari.

Semangatmu kan jadi cemeti
Pencambuk diri ini
Tingkatkan motivasi
Inovasi.


Desa Anyar, 4 Januari 2021

Sabtu, 02 Januari 2021

Patidusa Asli #03

Arjunaku Malang

Oleh: Nasirun


Pilu hatiku mendengar jeritanmu

Jerit suara tangismu

Memecah kesunyian

Arjunaku.


Sakit

Yang mendera

Belum juga hilang

Kini harus bertambah lagi.


Disaat kelincahanmu mulai nampak

Harus dibayar kesakitan

Sungguh malang

Putraku.


Maaf,

Ayah ibumu

Teledor dalam menjagamu

Hingga peristiwa itu menimpamu.


Untuk mengurangi rasa sakitmu

Kugendong dalam pelukan

Kasih sayang

Arjunaku.


Sembuh

Sembuhlah sayang

Ceriamu kembali riang

Agar hati menjadi tenang.



Muara Rengas, 2 Januari 2021

Jumat, 01 Januari 2021

Patidusa Cemara #03

Mentari

Oleh: Nasirun


Mentari
Kaulah mentari
Bersinar menerangi bumi
Selalu kunanti setiap hari.

Terang
Sinarmu terang
Memberi berjuta harapan
Meraih tujuan masa depan.

Mentari
Kaulah harapanku
Padamu aku mengadu
Atas semua keluh kesahku.

Disini
Pagi ini
Kembali aku menanti
Sinar terangmu datang lagi.

Mentari
Padamu kuberharap
Cahaya terang kehidupan
Tak jemu kau berikan.


Palembang, 1 Januari 2021

Kembali ke Rumah Induk Lama

"Rumah" induk yang dimaksud di sini adalah tempat tugas induk Pak Guru sebagai seorang pendidik, yaitu di SD Negeri Anyar kecamata...