Minggu, 10 Januari 2021

Melati

Assalamualaikum sahabat guru blogger...
Lagerunal #SelasaBerbagi edisi 5 Januari 2021 yang lalu mengusung tema "Menulis Itu Mudah" dengan Narasumber Ibu Sam Nurhasanah, S.Pd dan dimoderatori oleh Bapak Sucipto Ardi, S.Pd.

Pada kesempatan itu, Narasumber menyampaikan bahwa untuk mengawali menulis kita bisa memulai dari hal-hal yang kita sukai dan kita kuasai. Mulai dari hal-hal kecil tersebut dan dilakukan secara terus menerus. Jangan takut mencoba dan jangan takut salah. Tidak ada hal yang instan karena semua butuh proses. Tanamkan mindset di benak kita, tidak ada hal yang sulit selama kita mau belajar. "BISA!! PASTI BISA!!"

Bagi pemula, menulis bisa dimulai dengan 3 alinea dulu. Alinea pertama yaitu pembuka, alinea kedua isi cerita, alinea ketiga yaitu penutup cerita. 3 alinea ini akan manjur dan sukses jika dilakukan setiap hari. Saat hendak menulis, tulislah dulu semua ide yang berserak dalam benak kita. Jangan dulu mengedit atau menyunting tulisan karena itu akan menghilangkan ide dan yang akan ditulis akan lupa. Menulis itu butuh keterampilan. Keterampilan akan terasah jika kita melakukannya setiap hari. Jangan menunggu waktu luang, tapi luangkanlah waktu untuk menulis. Demikian pesan Narasumber.

Untuk memancing peserta, Narasumber menyajikan sebuah gambar kemudian meminta peserta untuk menarasikan gambar tersebut.


Begitu banyak hal yang bisa kita lihat dari sebuah gambar bunga melati. Misalnya bentuknya, baunya, jenisnya, manfaat, bahkan nilai jualnya yang tentunya bisa beragam.

Kamis, 07 Januari 2021

Delapan


Assalamualaikum, selamat malam sahabat lage...semoga kita selalu sehat wal'afiat. Sahabat lage, #KamisMenulis edisi 7 Januari 2021 ini mengusung tema delapan. Saya sendiri kurang faham mengapa delapan diusung sebagai tema #KamisMenulis edisi kali ini. Namun, tantangan mesti dijawab. Demikian juga, saya berusaha menjawab tantangan ini.

Bagi saya delapan adalah angka yang sangat perfect. Mengapa demikian, karena untuk mendapatkan nilai dengan angka delapan itu membutuhkan perjuangan yang sangat luar biasa. Mengapa tidak sembilan atau sepuluh? Karena terlalu sempurna angka-angka tersebut untuk ukuran kemampuan saya. Dulu ketika masih duduk di bangku sekolah, saya selalu merasa senang dan puas jika mendapatkan nilai dengan angka delapan. Merasa perfect jika memperoleh nilai dengan angka sembilan, namun juga merasa sedih dan kecewa jika mendapatkan nilai dengan angka tujuh atau bahkan enam. Oleh karena itu saya selalu berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan nilai setidaknya dengan angka delapan. Ketika duduk dibangku kelas 2 SMU pun, sebagai dasar penjurusan adalah minimal dua mata pelajaran mendapatkan nilai dengan angka delapan. Mengapa diawal saya katakan bahwa angka delapan adalah angka yang perfect? Salah satu alasannya adalah hal tersebut, rumpun mata pelajaran IPS dan Bahasa yang mampu saya capai dengan nilai delapan. Sementara rumpun mata pelajaran IPA tidak mampu saya capai. Saya lebih suka jurusan IPS sehingga saya pun memilih kelas IPS.

Sekarang ini saya pun masih merasa senang dan puas jika anak didik saya berhasil menyelesaikan tugas dan mendapatkan nilai dengan angka delapan. Oleh karena itu saya pun akan berusaha semaksimal mungkin untuk membimbing mereka, setidak-tidaknya mencapai angka delapan. Namun, perjuangan tidak bisa dilakukan sendiri. Semua komponen harus saling mendukung, baik peserta didik, orang tua/wali, lingkungan sekolah, juga stakeholder yang lain. Sehingga jika seluruh komponen tersebut sudah terkoordinasi dengan baik, diharapkan angka delapan sebagai nilai siswa dapat tercapai.
Wassalamu'alaikum...

Senin, 04 Januari 2021

Patidusa Bias #02

Semangat Pagi
Oleh: Nasirun

Pagi
Langkahkan kaki
Menyusuri jalan ini
Kuatkan tekad untuk mengabdi.

Tahun, baru saja berganti
Diiringi sang mentari
Semangat pagi
Resolusi.

Polos
Senyum ceria
Wajah anak negeri
Selalu menanti setiap hari.

Semangatmu kan jadi cemeti
Pencambuk diri ini
Tingkatkan motivasi
Inovasi.

Desa Anyar, 4 Januari 2021

Sabtu, 02 Januari 2021

Patidusa Asli #03

Arjunaku Malang

Oleh: Nasirun


Pilu hatiku mendengar jeritanmu

Jerit suara tangismu

Memecah kesunyian

Arjunaku.


Sakit

Yang mendera

Belum juga hilang

Kini harus bertambah lagi.


Disaat kelincahanmu mulai nampak

Harus dibayar kesakitan

Sungguh malang

Putraku.


Maaf,

Ayah ibumu

Teledor dalam menjagamu

Hingga peristiwa itu menimpamu.


Untuk mengurangi rasa sakitmu

Kugendong dalam pelukan

Kasih sayang

Arjunaku.


Sembuh

Sembuhlah sayang

Ceriamu kembali riang

Agar hati menjadi tenang.



Muara Rengas, 2 Januari 2021

Jumat, 01 Januari 2021

Patidusa Cemara #03

Mentari

Oleh: Nasirun


Mentari
Kaulah mentari
Bersinar menerangi bumi
Selalu kunanti setiap hari.

Terang
Sinarmu terang
Memberi berjuta harapan
Meraih tujuan masa depan.

Mentari
Kaulah harapanku
Padamu aku mengadu
Atas semua keluh kesahku.

Disini
Pagi ini
Kembali aku menanti
Sinar terangmu datang lagi.

Mentari
Padamu kuberharap
Cahaya terang kehidupan
Tak jemu kau berikan.


Palembang, 1 Januari 2021

Kamis, 31 Desember 2020

Selamat Tahun Baru 2021

Pergantian Tahun
Oleh : Nasirun

Suara dentuman menggema di angkasa raya
Warna-warni nan elok bak bintang gemintang
Menari-nari bak bidadari, kembang api
Sebagai pertanda pergantian titimangsa

Selamat tinggal 2020, ku tinggalkan engkau sebagai kenangan
Berjuta kenangan manis yang tak terlupakan
Pun kenangan pahit sebagai ingatan
Selamat datang 2021, kan ku songsong engkau sebagai harapan

Harapan tuk lebih baik disetiap lini kehidupan
Langkahkan kaki dengan penuh keyakinan
Melangkah dalam ridho Illahi 
Selamat tahun baru 2021


Palembang, 1 Januari 2021

Rabu, 30 Desember 2020

Kenangan, Kenyataan, dan Harapan

Assalamualaikum...selamat siang sahabat blogger...
Tak terasa tahun 2020 telah sampai di penghujung hari, dalam hitungan jam akan segera meninggalkan kita. Tahun 2020 ini telah memberikan berjuta kenangan yang menjadi kenyataan. Tersungging senyum simpul tatkala tercipta kenangan manis, namun muka berubah muram ketika harus menerima kenyataan pahit kehidupan. Baik kenangan manis ataupun kenyataan pahit yang telah kita terima sepanjang tahun 2020 ini hendaklah kita jadikan sebagai acuan dan evaluasi untuk mewujudkan semua harapan di tahun yang akan segera berganti.

Kenangan manis yang aku dapatkan adalah ketika mendapatkan anugerah dari Yang Maha Kuasa berupa kelahiran putra keduaku. Namun kenangan manis tersebut dihadapkan pada kenyataan bahwa kelahiran putra keduaku pada tanggal 26 Maret 2020 bertepatan dengan peristiwa yang menggemparkan dunia yaitu mewabahnya virus covid-19 sejak akhir tahun 2019. Wabah penyakit ini seolah melunturkan harapan semua insan disetiap sendi kehidupan. Perekonomian seolah lumpuh. Dunia pendidikan pun ikut terdampak wabah penyakit ini. Sekolah yang semula berjalan normal harus melaksanakan pembelajaran dari rumah, guna mencegah meluasnya wabah virus penyakit covid-19 ini.

Hendaklah kenyataan di tahun 2020 ini kita jadikan sebagai kenangan manis dan acuan untuk menggapai harapan di tahun depan. Selamat tinggal tahun 2020 dan Selamat datang tahun 2021. Mari kita songsong tahun baru ini dengan semangat dan harapan baru, semoga semua wabah penyakit segera pergi. Kita simpan semua kenangan dan kita hadapi semua kenyataan yang akan datang.
Wassalamu'alaikum...

Marhaban Yaa Ramadhan 1447 H

Marhaban Yaa Ramadhan... Selamat datang bulan pernuh berkah, bulan yang penuh ampunan. Rasa syukur selalu kami ucapkan, atas segala nikmat d...