Senin, 04 Januari 2021

Patidusa Bias #02

Semangat Pagi
Oleh: Nasirun

Pagi
Langkahkan kaki
Menyusuri jalan ini
Kuatkan tekad untuk mengabdi.

Tahun, baru saja berganti
Diiringi sang mentari
Semangat pagi
Resolusi.

Polos
Senyum ceria
Wajah anak negeri
Selalu menanti setiap hari.

Semangatmu kan jadi cemeti
Pencambuk diri ini
Tingkatkan motivasi
Inovasi.

Desa Anyar, 4 Januari 2021

Sabtu, 02 Januari 2021

Patidusa Asli #03

Arjunaku Malang

Oleh: Nasirun


Pilu hatiku mendengar jeritanmu

Jerit suara tangismu

Memecah kesunyian

Arjunaku.


Sakit

Yang mendera

Belum juga hilang

Kini harus bertambah lagi.


Disaat kelincahanmu mulai nampak

Harus dibayar kesakitan

Sungguh malang

Putraku.


Maaf,

Ayah ibumu

Teledor dalam menjagamu

Hingga peristiwa itu menimpamu.


Untuk mengurangi rasa sakitmu

Kugendong dalam pelukan

Kasih sayang

Arjunaku.


Sembuh

Sembuhlah sayang

Ceriamu kembali riang

Agar hati menjadi tenang.



Muara Rengas, 2 Januari 2021

Jumat, 01 Januari 2021

Patidusa Cemara #03

Mentari

Oleh: Nasirun


Mentari
Kaulah mentari
Bersinar menerangi bumi
Selalu kunanti setiap hari.

Terang
Sinarmu terang
Memberi berjuta harapan
Meraih tujuan masa depan.

Mentari
Kaulah harapanku
Padamu aku mengadu
Atas semua keluh kesahku.

Disini
Pagi ini
Kembali aku menanti
Sinar terangmu datang lagi.

Mentari
Padamu kuberharap
Cahaya terang kehidupan
Tak jemu kau berikan.


Palembang, 1 Januari 2021

Kamis, 31 Desember 2020

Selamat Tahun Baru 2021

Pergantian Tahun
Oleh : Nasirun

Suara dentuman menggema di angkasa raya
Warna-warni nan elok bak bintang gemintang
Menari-nari bak bidadari, kembang api
Sebagai pertanda pergantian titimangsa

Selamat tinggal 2020, ku tinggalkan engkau sebagai kenangan
Berjuta kenangan manis yang tak terlupakan
Pun kenangan pahit sebagai ingatan
Selamat datang 2021, kan ku songsong engkau sebagai harapan

Harapan tuk lebih baik disetiap lini kehidupan
Langkahkan kaki dengan penuh keyakinan
Melangkah dalam ridho Illahi 
Selamat tahun baru 2021


Palembang, 1 Januari 2021

Rabu, 30 Desember 2020

Kenangan, Kenyataan, dan Harapan

Assalamualaikum...selamat siang sahabat blogger...
Tak terasa tahun 2020 telah sampai di penghujung hari, dalam hitungan jam akan segera meninggalkan kita. Tahun 2020 ini telah memberikan berjuta kenangan yang menjadi kenyataan. Tersungging senyum simpul tatkala tercipta kenangan manis, namun muka berubah muram ketika harus menerima kenyataan pahit kehidupan. Baik kenangan manis ataupun kenyataan pahit yang telah kita terima sepanjang tahun 2020 ini hendaklah kita jadikan sebagai acuan dan evaluasi untuk mewujudkan semua harapan di tahun yang akan segera berganti.

Kenangan manis yang aku dapatkan adalah ketika mendapatkan anugerah dari Yang Maha Kuasa berupa kelahiran putra keduaku. Namun kenangan manis tersebut dihadapkan pada kenyataan bahwa kelahiran putra keduaku pada tanggal 26 Maret 2020 bertepatan dengan peristiwa yang menggemparkan dunia yaitu mewabahnya virus covid-19 sejak akhir tahun 2019. Wabah penyakit ini seolah melunturkan harapan semua insan disetiap sendi kehidupan. Perekonomian seolah lumpuh. Dunia pendidikan pun ikut terdampak wabah penyakit ini. Sekolah yang semula berjalan normal harus melaksanakan pembelajaran dari rumah, guna mencegah meluasnya wabah virus penyakit covid-19 ini.

Hendaklah kenyataan di tahun 2020 ini kita jadikan sebagai kenangan manis dan acuan untuk menggapai harapan di tahun depan. Selamat tinggal tahun 2020 dan Selamat datang tahun 2021. Mari kita songsong tahun baru ini dengan semangat dan harapan baru, semoga semua wabah penyakit segera pergi. Kita simpan semua kenangan dan kita hadapi semua kenyataan yang akan datang.
Wassalamu'alaikum...

Kenangan, Kenyataan, dan Harapan

Refleksi
Oleh: Nasirun

Hari berganti, minggu berlalu
Bulan pun berjalan
Memberi berjuta
Kenangan.

Kenyataan
Perjalanan hidup
Tak selalu indah 
Seindah impian dan harapan.

Kan kusimpan semua kenangan
Pahit manis kehidupan
Sebagai pelajaran
Kehidupan.

Kan kusongsong masa depan
Harapan nan gemilang
Berbuah manis
Kenyataan.


Kenangan
Kan kusimpan
Sebagai bahan pelajaran
Tuk meraih berjuta impian.


Selasa, 29 Desember 2020

Tema dan Premis

Assalamualaikum dan selamat pagi sahabat bolgger...
Pada hari Selasa, 29 Desember 2020 kemarin pertama kali saya ikut kelas menulis Lagerunal #Selasa Berbagi dengan materi Bagaimana Menulis Fiksi? Kelas menulis via GWA ini dipandu oleh moderator ibu Aam Nurhasanah, S.Pd. dan Narasumber bapak Sudomo, S.Pt.


Pada pertemuan ini materi yang dibahas adalah Tema dan Premis.

Diakhir materi, para peserta mendapatkan tantangan untuk membuat Tema dan Premis. Pada kesempatan ini saya berusaha menjawab tantang tersebut dengan merumuskan Tema dan Premis sebelum membuat cerita fiksi.
1. Anak Yatim
2. Masa-masa Indah di Sekolah
3. Perjuangan Mencari Kerja
4. Anak Rantau
5. Buah Manis Perjuangan

1. Roni, anak laki-laki berusia 6 tahun yang harus mengalami cobaan dalam hidupnya sejak kehilangan ayah yang sangat menyayanginya akibat sebuah kecelakaan mobil truk pengangkut kayu.
2. Karena sang ibu tidak mampu membiayai pendidikannya, selepas menyelesaikan sekolah SD di desa, mau tidak mau Roni harus mau dimasukkan ke panti asuhan yang sanggup membiayai pendidikannya hingga tamat SLTA.
3. Perjuangan hidup Roni dari seorang anak yang hidupnya selalu ditopang oleh ibu dan kakak-kakaknya kini harus berusaha mandiri menghidupi kehidupannya sendiri juga ibu yang selalu dikasihinya karena kakak-kakaknya sudah memiliki keluarga masing-masing tidak mungkin untuk selalu menopang kehidupannya.
4. Merasa hidup di daerah kurang beruntung karena sulit mencari pekerjaan, Roni memohon restu ibunya untuk mencoba mengadu nasib di negeri orang menyusul kakak tertuanya berbekal ijazah kursus yang sudah dimilikinya.
5. Tantangan hidup di tanah rantau pun dialami oleh Roni, namun berkat kegigihan dan keuletannya, dia berhasil menaklukkan tantangan-tantangan itu dengan berhasil menggapai cita-cita yang selama ini diimpikannya.

Marhaban Yaa Ramadhan 1447 H

Marhaban Yaa Ramadhan... Selamat datang bulan pernuh berkah, bulan yang penuh ampunan. Rasa syukur selalu kami ucapkan, atas segala nikmat d...